Jambi, 28 Oktober 2024 – Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi sukses menyelenggarakan Kompetisi Internasional Antar Bangsa Melayu Serumpun 2024, sebuah acara bergengsi yang mempertemukan mahasiswa Melayu dari berbagai negara. Acara ini berlangsung dalam format hybrid, yaitu secara offline di Gedung Rektorat Lantai 6 UIN STS Jambi dan secara online melalui platform Zoom, memungkinkan partisipasi dari berbagai wilayah di Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Kompetisi ini diikuti oleh 59 mahasiswa yang berkompetisi dalam lima cabang lomba: Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ), Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK), Penulisan Ilmiah, dan Debat Hukum.
Pembukaan Acara dan Kehadiran Tamu Kehormatan
Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor II UIN STS Jambi, Dr. H. Zikwan, M.Ag, yang menyampaikan harapannya agar kompetisi ini menjadi simbol persatuan dan wadah pengembangan potensi mahasiswa Melayu. “Kompetisi Internasional Antar Bangsa Melayu Serumpun bukan sekadar perlombaan, tetapi merupakan langkah strategis untuk mempererat persaudaraan dan meningkatkan standar intelektual dunia Melayu. Kami berharap acara ini menjadi sarana pertukaran ilmu dan budaya yang bermanfaat bagi seluruh peserta,” ujar Zikwan.

Hadir dalam acara tersebut para pejabat senior UIN STS Jambi, termasuk Wakil Rektor III, Kepala Biro Akademik, Dekan dari Fakultas Syariah, Saintek, Adab, dan Ushuluddin, serta Wakil Dekan Fakultas Dakwah. Para kepala dan sekretaris program studi dalam Fakultas Syariah, beserta tenaga kependidikan, turut hadir untuk mendukung jalannya acara, menunjukkan komitmen UIN STS Jambi dalam memajukan kajian ilmiah dan kebudayaan Melayu.
Setelah pembukaan oleh Wakil Rektor II, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan III Fakultas Syariah. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kompetisi internasional ini adalah bentuk dedikasi Fakultas Syariah dalam mendukung pendidikan berkualitas dan pengembangan talenta mahasiswa Melayu. “Kami berharap acara ini menjadi sarana belajar, berkarya, dan menampilkan kekayaan budaya Melayu yang sarat nilai-nilai luhur,” ujarnya.
Partisipasi Perguruan Tinggi dari Berbagai Wilayah Melayu
Tahun ini, kompetisi diikuti oleh universitas ternama dari wilayah Melayu, termasuk:
- UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
- UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
- Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
- Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
- Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
- Universiti Islam Pahang Sultan Ahmad Shah, Malaysia
- Kolej Islam As Sofa, Malaysia
- Pengajian Tinggi Islam Darul Maarif Patani (PETIDAM), Tailand
Kehadiran perguruan tinggi dari berbagai negara ini menunjukkan peran kompetisi sebagai jembatan budaya dan komunitas akademik di wilayah Melayu.
Menampilkan Keunggulan Budaya dan Intelektual Melayu
Para peserta berkompetisi dalam lima kategori yang menampilkan warisan budaya dan keunggulan akademik Melayu. Cabang MTQ dan MSQ menonjolkan keterampilan dalam membaca dan menginterpretasi Al-Qur’an, sementara MQK menguji pemahaman peserta dalam membaca kitab-kitab klasik. Cabang Penulisan Ilmiah dan Debat Hukum memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berdiskusi secara kritis dan berbagi penelitian serta pandangan mengenai isu-isu kontemporer.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah menegaskan pentingnya kompetisi ini sebagai bagian dari misi UIN STS Jambi dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki wawasan budaya dan kebangsaan yang luas. “Melalui ajang ini, kami berharap mahasiswa dapat lebih mengapresiasi warisan Melayu dan meraih prestasi di tingkat internasional. Kompetisi ini menekankan pentingnya persatuan antar bangsa Melayu untuk memperkuat identitas budaya dan ilmu pengetahuan,” kata Dekan Fakultas Syariah.
Menuju Tradisi Tahunan Persatuan dan Keunggulan
Melalui Kompetisi Internasional Antar Bangsa Melayu Serumpun 2024, UIN STS Jambi tidak hanya memperkuat komitmen dalam merangkul budaya Melayu, tetapi juga dalam mencetak generasi unggul yang kompetitif di tingkat global. Ajang ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang menarik minat mahasiswa Melayu dari berbagai negara untuk berkompetisi, belajar, dan mengembangkan diri.
Bagi UIN STS Jambi, yang dikenal sebagai “Kampus Reservasi Kebaikan dan Keunggulan,” kompetisi internasional ini menjadi platform untuk memperluas pengaruh akademik dan mempromosikan budaya Melayu di kancah dunia. Dengan dukungan berbagai pihak dan antusiasme peserta yang tinggi, harapan besar terbentang untuk acara-acara mendatang, di mana generasi muda Melayu dapat terus bersaing dan berkembang di kancah global.